PLP 1 & 2: Cara UB Membangun Landasan Jati Diri Pendidik pada Mahasiswa

Penyerahan Cinderamata dari Mahasiswa PLP PLP Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya kepada Bapak Agus Dwi Cahyono

Universitas Brawijaya melaksanakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Fakultas Ilmu Komputer di SMK Negeri 3 Malang. Pengenalan Lapangan Persekolahan ini berlangsung selama 6 minggu tepatnya pada tanggal 19 Oktober hingga 30 November 2020. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pengenalan Lapangan Persekolahan kali ini terbagi dalam 2 tahapan yaitu PLP 1 dan PLP 2.

Total terdapat 6 mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan di sMK Negeri 3 Malang, salah satunya adalah Vearen Dika Sofirudin. Vearen, merupakan mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer tahun 2017. Adapun pelaksanaan PLP 1 dan PLP memiliki manfaat yang berbeda. Menurut Vearen, PLP 1 dilaksanakan untuk membangun landasan jati diri pendidik melalui bentuk kegiatan pengamatan secara langsung kultur sekolah, struktur organisasi tata kelola sekolah, peraturan dan tata tertib di sekolah, kegiatan seremonial formal di sekolah, kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kulikuler serta praktik pembiasaan dan kebiasaan baik di sekolah. Sedangkan PLP bertujuan untuk memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berfikir kritis dan tingkat tinggi melalui kegiatan seperti menelaah kurikulum, perangkat pembelajaran, strategi pembalajaran, dan sistem evaluasi yang digunakan oleh guru. Pada PLP 2 ini mahasiswa juga diberikan tugas untuk membantu guru dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, media pembelajaran, perangkat evaluasi, menelaah pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam pembelajaran, dan melaksanaan praktek mengajar. “yang paling penting adalah latihan mengajar dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing PLP 2 dengan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran serta memantapkan jati diri seorang mahasiswa sebagai calon pendidik kedepannya,” kata Vearen.

Foto Bersama Mahasiswa PLP Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya, Dosen Pembimbing, Guru Pamong, dan Ka TAS.

Paktek mengajar PLP 2 di masa Pandemi COVID-19 ini dilaksanakan dengan cara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) atau secara tatap muka. “Kita ditugaskan membantu guru pamong terkait dengan tugas, pembelajaran langsung baik secara daring dan luring, yang mana daring dilaksanakan untuk materi-materi teori dan luring untuk materi praktik. Kebetulan siswa SMK Negeri 3 Malang dipersiapkan untuk melaksanakan prakerin,” kata Vearen.

Pelaksanaan PLP di SMK Negeri 3 Malang memberikan kesan tersendiri bagi Vearen dan teman-temannya sesama mahasiswa PTI UB. “Saya merasakan hal yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Ketika saya dan teman-teman kuliah di prodi PTI UB belum pernah merasakakan mengajar langsung di sekolah. Jadi kesempatan PLP itu menambah wawasan bagaimana cara menelaah, mengatur kelas secara langsung, mengahadapi siswa yang memiliki karakteristik dan sifat yang beragam, kemudian mempersiapkan mental kedepannya. Kami adalah lulusan sarjana pendidikan diharapkan memilki bekal yang sangat bisa diandalkan untuk menjadi calon guru yang baik,” Kata Vearen.

Bagi Vearen, SMK Negeri 3 Malang merupakan SMK yang berbeda dengan SMK-SMK yang lain. Baginya, SMK Negeri 3 Malang memiliki program keahlian yang tidak semua SMK memilikinya terutama untuk bidang pariwisata. Terlebih, SMK Negeri 3 Malang banyak meraih prestasi bail dalam bidang akademik dan non akademik. “SMK Negeri 3 Malang ini adalah SMK yang begitu pesat perkembangan kemajuannya baik dalam bidang akademik dan non akademik dengan prestasi-prestasi yang diraih sebelumnya. Dan tentunya SMK Negeri 3 Malang tuh, harapannya kedepannya bisa lebih baik dan bisa mengukir lebih banyak prestasi yang membanggakan, dan menghasilkan lulusan yang benar-benar berkompeten, memiliki daya saing unggul baik dikancah nasional dan internasional,” kata Vearen.

Tinggalkan Balasan