SMK Negeri 3 malang mengadakan acara tahunan yang disajikan oleh siswa-siswi tingkat 12 yaitu pagelaran seni budaya dan bahasa jawa. Pagelaran ini diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya jawa timuran dalam bentuk ludruk kepada masyarakat terutama generasi milenial.

Generasi milenial cenderung dikaitkan dengan era globalisasi yang sangat memengaruhi diri dan karakternya. Namun, dengan adanya pagelaran ini menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa sebagai generasi milenial pun masih antusias dalam melestarikan budaya yang ada di sekitar dan memperkenalkan pada masyarakat luas .

Pagelaran ini juga merupakan ujian praktik bagi kelas 12 untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa Jawa. Dengan hal itu, ujian terasa lebih menarik dan menantang. Pagelaran sebagai kerja proyek tiap-tiap kelas untuk menumbuhkan kekompakan, kebersamaan, kerja sama, toleransi, dan lainnya yang sesuai dengan penerapan karakter di kurikulum 2013.

Pagelaran ke-4 ini mengangkat tema “Orang-Orang Kota” maksudnya menggambarkan bagaimana karakter, gaya hidup, kebiasaan orang-orang yang ada di kota pada era kekinian namun dibalut dengan budaya jawa timuran. Dengan penyajian tersebut, maka pertunjukkan yang ditampilkan oleh siswa-siswi kelas 12 lebih bisa diterima karena pasti dirasakan oleh para penonton dan penikmat seni.

Untuk menunjang pagelaran ini, maka dibentuklah panitia pagelaran baik dari pihak tiap kelas, perwakilan siswa maupun guru untuk mempermudah mekanisme pagelaran. Panitia sebagai jembatan terlaksananya pagelaran tersebut. Dengan demikian seluruh kelas 12 yang akan tampil lebih mudah untuk diatur dan menyajikan karya seni nya.

Diawali dari latihan setiap hari sabtu dan minggu yang dijadwal dan digilir oleh panitia perwakilan siswa. Kemudian menuju pada gladi kotor yang dilaksanakan dengan sistem tertutup yaitu tiap kelas menampilkan tanpa tahu penampilan kelas lain sehingga hanya pihak panitia yang tahu. Dilanjutkan dengan gladi resik yang dilaksanakan dengan sistem terbuka yaitu peserta satu menampilkan yang lain melihat, sehingga masing-masing bisa menilai bagaimana penampilannya dan bisa melakukan pembenahan penyajiannya. Dan pagelaran seni budaya dan bahasa jawa dilaksanakan pada tanggal 3-4 Januari 2019 dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 . Hari pertama menampilkan 9 kelas dan hari kedua menampilkan 6 kelas.

Pagelaran berjalan dengan sangat baik. Lalu ada beberapa hal yang membuat kami bangga seperti juri kami adalah senior-senior dalam bidang seni. Juri-juri kami yaitu Bapak Agus Eko, Bapak Marsam Hidayat, Bapak Izzul Mutho’. Beliau-beliau sudah banyak berkiprah dalam bidang seni yang sudah kondang di kalangan masyarakat. Kemudian beberapa pengamat seni juga hadir sebagai tamu undangan kami seperti Bapak Roby, dosen UM dan beberapa guru MGMP. Ini membuktikan bahwa pagelaran ini diterima dengan baik oleh masyarakat baik dari kalangan awam maupun pengamat seni sekaligus. (Intan)

Leave a Comment