Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Sabtu, 15 September 2018 Ekstrakurikuler Pendekar Pustaka mengadakan Diklat 2, yakni Diklat Alam yang dilaksanakan di Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang. Banyak peserta diklat merasakan bahwa kegiatan ekskul perdana yang diikuti ini adalah momen yang sangat menyenangkan semenjak  menjadi siswa di SMKN 3 Malang.

Di acara ini Pendekar Pustaka gak sendirian lho guys,, Diklat ini dilaksanakan bareng oleh 2 ekstrakulikuler lainnya yakni Ekstrakurikuler UKS dan Fotografer. Jadi jumlah manusianya sekitar 90 an. Hmm.. Kebayang gak sih gimana ramenya…Dan kita kesana bareng dengan transportasi umum dengan jumlah sekitar 8 angkot terdiri dari 2 angkot Pendekar Pustaka, 3 angkot UKS, dan 3 angkot Fotografer. Wah .. kayak parade angkot aja nih… hehehe

Pada penasaran gak nih, kita ngapain aja disana.. makanya pantengin terus artikel kita ya. Cekidot…

Pada jam 06:00 semua peserta diklat dari 3 eskul tersebut berkumpul dan perjalanan menuju Kebun Teh Wonosari, Kami tiba pada pukul 08:00. Lamanya… wajarlah macet gitu…

Dari sebagian peserta ada yang masih dalam keadaan mengantuk karena dijadwalkan pukul 05.30 harus sudah stand by di sekolah. Karena banyak yang rumahnya jauh sehingga ada yang berangkat dari rumah sekitar pukul. 04.30 Wib. Wah kalo saya mungkin masih tidur yak (hehehe).

Nah sesampainya disana, ekstrakurikuler Pendekar Pustaka, UKS, dan Fotografi memiliki agenda dan rundown acara masing-masing. Jadi, acara kita disana sendiri-sendiri guys.. Meskipun sama tempat wisatanya, namun acara tidak sama. So, disini saya akan ceritakan gimana dan ngapain aja di ekstrakurikuler Pendekar Pustaka.

Acara sebenarnya  memasang tenda, berhubung waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya tenda tidak jadi dipasang, namun kita pasang karpet lho guys disana. (kayak piknik aja ^_^)

Daan,, dendendeng… acara pun dimulai. Acara dibuka oleh mas Khoirul selagi Pembina Pendekar Pustaka. Kemudian dilanjut dengan outbond pertama yakni outbond perkenalan yang dipimpin oleh kakak Widad. Tujuannya adalah untuk saling mengenal satu sama lain. Peraturan gamenya adalah menyebutkan nama teman samping kiri, kanan, dan yang ada di depannya dengan inisial kata sap, sip, dan sup. Peserta juga disuruh untuk membuat yel-yel sesuai dengan pembagian kelompok, yaitu kelompok puisi dan kelompok pantun, harapannya untuk lebih meramaikan outbond. Kakak Widad yang mbanyol sekali, peserta pun tertawa senang.

Setelah outbond perkenalan selesai, masih ada game lagi (intinya di Pendekar Pustaka itu banyak seneng-senengnya deh…). Game kedua bernama estafet kardus. Peserta disuruh berjalan menuju game selanjutnya. Nah di game ini lebih banyak berpikirnya lho. dipimpin oleh kakak Niken dan Mbak Irma (selaku Pembina Pendekar Pustaka). So begini game nya guys, masing-masing kelompok diberi 2 kardus dengan ukuran 25 x 15 cm. Peserta diwajibkan berjalan menggunakan 2 kardus tanpa menginjak tanah. Setiap kardus berisi 3 orang. Sehingga peserta harus menggunakan cara dan harus kompak supaya kaki-kakinya tidak menginjak tanah. Di game  ini Setiap kelompok harus berjalan menuju batas garis yang sudah ditentukan dan putar balik menuju garis finish. Siapa yang cepat dia yang menang. Bisa dibayangkan gimana ramenya ya? peserta ada yang jatuh ke tanah guys dan belum lagi ada yang peserta big size. Banyak banget hambatannya, tapi seru abis. Hehe…

Game masih belum selesai, masih ada lagi game ketiga yang mengasah otak. Jadi di game ketiga dipimpin oleh kakak Kirana dan kakak Anjani. Nama game nya adalah Moving Boom, masing-masing kelompok diberi 6 tali rafia dan 1 bola. Perintahnya adalah memindahkan bola dengan menggunakan tali raffia tersebut. Siapa yang cepat sampai dia yang menang. Dan yang kalah nanti dapet hukuman. Duh.. kasian…

Sebenarnya masih banyak permainan yang sudah disiapkan panitia tercinta untuk peseta Pendekar Pustaka, karena saking banyaknya sampe bingung mau cerita yang mana. Jadi… aku skip aja ya…

Lanjut ke acara selanjutnya, bukan Pendekar Pustaka namanya kalau tidak bisa bermain-main dengan kata-kata. Jadi, kita disuruh melanjutkan cerita, mulai dari peserta awal sampai peserta akhir. Mulai dari bahas soal Kebun Teh sampai soal perasaan (owch…)

Setelah semua permainan selesai, seperti biasa di Pendekar Pustaka selalu ada materi tentang Literasi, Keperpustakaan, Minat Baca di lingkungan sekitar, dan materi tentang keorganisasian yang disampaikan oleh Mbak Irma. Jadi di Pendekar Pustaka bukan cuma main-main aja, tapi ada sharing ilmu juga. Gak sia-sia kalau masuk ke eskul Pendekar Pustaka.

Pembahasan materi akhirnya selesai pada pukul 12:00, tepat pada waktu ishoma yang telah ditentukan. Peserta diberi waktu untuk sholat dan makan siang supaya gak mati kelaparan gara-gara banyak acara. Ups…

Setelah beberapa acara sampingan tadi selesai semua. Akhirnya acara utama yang ditunggu-tunggu sampai juga (jeng, jeng, jeng…). Semua ekstrakulikuler sudah berkumpul. Dari UKS, Fotografer, sampai Pendekar Pustaka berkumpul pada pukul 13:30. Waktu dimana semua telah siap menerjang ombak debu yang sangat dasyat, berkilo meter dan berjam-jam waktu yang diperlukan untuk naik ke puncak sana (mode alay^_^). Nah disinilah agenda bareng 3 ekskul, NAIK KE BUKIT KUNEER….

Baiklah, saya akan bicarakan yang real saja. So, setelah semua eskul berkumpul, masing-masing eskul mulai mendaki Bukit Kuneer yang berada di Kebun Teh Wonosari. Sekedar  info, Bukit Kuneer merupakan salah satu kaki gunung dari Gunung Arjuna jadi, hati-hati kalau kesana. Harus jaga sikap dan ucapan saat kesana, tahu sendiri lah ya disana ceritanya seperti apa…

Perjalanan yang sangat panjang penuh denga rintangan yang menerpa para peserta. Jalanan penuh bebatuan dan penuh dengan pasir, sehingga saat kita berjalan ke bukit kuneer debu pasir bertebaran kemana-mana, dan peserta sudah siap membawa masker biar terhindar dari debu pasir tersebut.

Selain jalannya yang berpasir, panasnya yang tidak bisa di toleransi saat siang bolong. Sungguh cobaan yang berat bung.

Setelah berbagai cobaan tadi, akhirnya berakhir juga pada jam 14:00 tepat kami telah sampai di puncak Bukit Kuneer. Sungguh kawan, pemandangan disana sangatlah indah. Berkali-kali semua pendekar mengucapkan syukur kepada Allah swt. yang telah membuat semua ini dengan sempurna. Semua kerja keras tadi terbayarkan sudah.

Sudah pasti yang namanya anak GenZ sangat wajib untuk cekrak-cekrik sana sini dan tahu-tahu sudah ada di sosmednya masing-masing (padahal disana sinyal minim banget). Sebelum sampai puncak aja para peserta yang budiman sudah foto sana-sini. Hehe…

Memang banyak sekali spot foto yang menarik perhatian yang telah tersedia. Mulai dari pemandangan Kebun Teh dari kejauhan, papan-papan yang dipasang di atas pohon, sampai Jembatan Cinta. Tidak heran lagi kalau memori handphone semua peserta penuh gegara foto.

 Tidak lupa juga para peserta diklat beserta panitianya masing-masing eskul foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Setelah atraksi foto-foto tadi selesai, sampai semuanya puas sudah berfoto, kami bersantai sambil menikmati suasana Bukit Kebun Teh tersebut.

Setelah semua puas dengan semua panorama tersebut, akhirnya pada pukul 16:00, satu persatu eskul kembali menuju para angkot mangkal alias mau pulang (kasihan, supirnya sudah capek, gak diajak naik ke bukit lagi).

Setelah semua siap menahan rindu pada Kebun Teh Wonosari, akhirnya ketiga eskul tersebut kembali ke tempat asalnya. Bye-bye Kebun Teh Wonosari… bye-bye Bukit Kuneer. We’ll miss you…

Karena saking kecapekannya, para peserta  tidur terlelap di dalam angkot. Sampai ada yang mabuk darat segala (ih, aib!). dalam hati mereka ingin segera pulang dan menenangkan kaki ini… hehe

Dan, akhirnya semua kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 18:30. Sungguh perjalanan yang melelahkan. Namun, yang pasti menyenangkan. Selain tempat wisatanya menarik,  para panitia juga sangat pengasih dan juga penyayang (sayang deh sama kakak panitia…).

Yang pasti di Pendekar Pustaka selalu ada lagi acara outbond yang pasti sudah disiapkan. Bukan sekedar jalan-jalan atau cuci mata lho ya, tapi juga menambah pengetahuan.

Saya sebagai penulis juga sebagai anggota kelas X dari Pendekar Pustaka. Kutunggu, acara Pendekar Pustaka selanjutnya, tak bosan-bosan saya ikuti setiap acaranya dengan hati senang tanpa bimbang. Karena disinilah saya berorganisasi sesuai hobi saya. Pendekar Pustaka  “Pelajar-Pelopor-Minat baca”

NB: sebagai penulis amatir, saya mohon kritik dan sarannya. Karena itu sangat berarti bagi saya.

By: Shatya Eka Rahmanda (10 Busana 1)


9 Thoughts to “Diklat Pendekar Pustaka”

  1. Dhea Putri

    Artikel nya menarik

  2. Pak iwan

    Diklat yg bagus…moga2 tambah banyak peminat and sukses…aamiin

  3. benysetiyawan

    Beranikan berbuat baik,
    selamat Berkarya, Shatya.
    tingkatkan terus prestasimu

    BERANI BERKARYA BERPRESTASI

    1. Shatya

      Terimakasih pak~

  4. Shatya

    Terimakasih bagi yang sudah membaca. Harap-harap bermanfaat dan menghibur. Salam Literasi😉

  5. Dzakiyyah

    Tata cara penulisannya masih ada yang salah tapi dari segi cerita dan pemilihan kata cukup menarik. Semangat terus ya… jangan menyerah lanjutkan karya-karyamu

    1. Shatya

      Terimakasih atas kritik dan saran nya~

Leave a Comment